Nama
: As Janah Verrawati
Kelas
: A3-12
NPM
: 12144600094
Tugas Psikologi Pendidikan
1.
Penerapan Prinsip-prinsip belajar dalam kelas
Agar aktivitas yang dilakukan guru dalam proses
pembelajaran terarah pada upaya peningkatan potensi siswa secara komprehensip,
maka pembelajaran harus dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip yang benar,
yang bertolak dari kebutuhan internal siswa untuk belajar. Penerapan
prinsip-prinsip tersebut meliputi:
a.
Prinsip perhatian dalam motivasi
b. Prinsip
Keaktifan
Prinsip ini secara mendasar sudah dipahami oleh setiap
guru, karena pada prinsipnya anak-anak adalah makhluk yang aktif dengan
mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi.
c. Prinsip
Keterlibatan Langsung
Artinya siswa tidak
sekadar mengamati secara langsung tetapi ia harus menghayati, terlibat langsung
dalam perbuatan, dan bertanggung jawab tehadap hasilnya.
d. Prinsip
Pengulangan
Adalah Prinsip belajar yang menekankan perlunya pengulangan
untuk melatih daya-daya yang ada pada
manusia yang terdiri atas daya mengamat, menanggap, mengingat. mengkhayal,
merasakan. berpikir.
e. Prinsip
Tantangan
Dalam situasi belajar siswa menghadapi suatu
tujuan yang ingin dicapai, tetapi selalu terdapat hambatan yang mempelajari
bahan belajar, maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu yaitu dengan
mempelajari bahasa belajar tersebut.
f. Prinsip
Balikan dan Penguatan
Memberi
penguatan merupakan tindakan atau respon terhadap suatu bentuk perilaku yang
dapat mendorong munculnya peningkatan kualitas tingkah laku pada waktu yang
lain.
g. Prinsip Perbedaan
Individual.
2.
Pengembangan dan pembaharuan kurikulum
Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses yang
merencanakan, menghasilkan suatu alat yang lebih baik dengan di dasarkan pada
hasil penilaian terhadap kurikulum yang telah berlaku, sehingga dapat
memberikan kondisi belajar-mengajar yang lebih baik. Dalam pengembangan kurikulum dikenal ada lima istilah, yaitu
1.
pengembangan kurikulum (Curriculum
development), adalah perencanaan, penerapan, dan evaluasi dan berimplikasi pada
perubahan dan perbaikan.
2.
Perbaikan kurikulum (Curriculum improvement),
3.
Perencanaan kurikulum (Curriculum planning), adalah langkah awal membangun kurikulum ketika
pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan
perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik.
4.
Penerapan kurikulum (curriculum implementation)
5.
Evaluasi kurikulum (curriculum evaluation) merupakan fase
terakhir dalam pengembangan kurikulum di mana hasilnya diakses dan keberhasilan
belajar dan program ditentukan. Pembaharuan kurikulum adalah mengotak-atik mata pelajaran dalam kurikulum,
mengubah dan memperbaiki tujuan dan menambahkan atau mengurangi muatan belajar.
Tindakan seperti ini bukannya salah, tetapi bagian terpenting dari sebuah
pendidikan adalah bukan pada isinya yang banyak, tetapi pendekatan cara
mendidik.
Dalam pembaharuan kurikulum di tegaskan adanya:
a.
Upaya
menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
b.
Untuk
memperoleh kebenaran substansi materi pelajaran dan kesesuaian dengan tingkat
perkembangan siswa.
c.
Dilakukan untuk mendapatkan proporsi yang
tepat antara tujuan yang ingin dicapai dengan beban belajar, potensi siswa, dan
keadaan lingkungan serta sarana pendukungnya.
3.
Ujian evaluasi bakat dan kemampuan Fungsi dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi harus bermakna memberikan informasi
kepada semua pihak yang terlibat proses pendidikan, yaitu siswa, guru, sekolah,
departemen pendidikan nasional dan masyarakat. Makna evaluasi bagi pihak-pihak
terkait sebagai berikut :
Evaluasi pembelajaran
memilki berbagai tujuan diantaranya adalah untuk :
a.
Menentukan angka kemajuan atau hasil belajar
pada siswa.
Berfungsi sebagai :
1)
Laporan kepada orang tua / wali siswa.
2)
Penentuan kenaikan kelas
3)
Penentuan kelulusan siswa.
b.
Penempatan siswa ke dalam situasi belajar
mengajar yang tepat dan serasi dengan tingkat kemampuan, minat dan berbagai
karakteristik yang dimiliki.
c.
Mengenal latar belakang siswa (psikologis,
fisik dan lingkungan) yang berguna baik bagi penempatan maupun penentuan
sebab-sebab kesulitan belajar para siswa, yakni berfungsi sebagai masukan bagi
tugas Bimbingan dan Penyuluhan (BP).
d.
Sebagai umpan balik bagi guru, yang pada
gilirannya dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan
program remdial bagi siswa.
Dalam tiga hal tersebut ujian evaluasi,bakat
dan kemampuan memiliki keterkaitan, contohnya di dalam aktifitas sekolah, sudah
menjadi rutinitas sekolah setiap tahunnya mengadakan ujian, ujian tersebut
bertujuan mengetahui seberapa pemahaman siswa dalam belajar, pertama guru
memberikan materi kepada siswa, setelah itu ujian dan dengan ujian guru
mengevaluasi hasil ujian. Dari evaluasi tersebut guru dapat mengetahui
bagaimana kemampuan siswa dalam mengerjakan soal pemahan siswa dalam soal
sehingga guru dapat memberikan perhatian kusus kepada siswa yang di rasanya
mempunyai daya paham yang rendah. Dan dengan evaluasi guru juga dapat
mengetahui bakat siswa, guru dapat memberikan motivasi yang lebih kepada
siswa-siswa yang berbakat agar bakat mereka menjadi suatau kelebihan yang
bermanfaat
- Sosialisasi proses-proses dan interaksi dengan pendayagunaan ranah kognitif
Sosialisasi adalah sebuah proses
penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu
generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat yang dinamakan
peranan. Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus
dijalankan oleh individu. Sedangkan interaksi merupakan hubungan-hubungan
sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang perorang, antara
kelompok manusia yang didasari dengan kemampuan intelektual dalam berpikir, mengetahui
dan memecahkan masalah. Contohnya :
pretest, test, pretest dengan itu proses belajar akan mengarah ke ranah
kognitif yaitu berfikir dan mengingat.
5. Penyelenggaraan Pendidikan Keguruan
Penyelenggaraan
pendidikan keguruan itu diselenggarakan lewat kuliah, lewat seminar, dan
lain-lain. Seperti contohnya kita ini sekarang sedang belajar di kampus UPY
tentang mata kuliah Pendidikan Psikologi Anak. Didalam materi Pendidikan
Psikologi Anak terdapat ajaran mengenai bagaimana seharusnya kita sebagai calon
guru yang baik agar mampu menciptakan kondisi belajar yang kondusif dan mampu
memahami personalia setiap masing-masing anak. Ilmu yang terdapat dalam
Psikologi Pendidikan dapat diterapkan dalam mengajar anak SD dan juga dapat
dapat menyalurkan ilmu yang terdapat di dalam Psikologi Pendidikan.